Banjir Melanda: Guru MAN IC Tala Tetap Jalankan Kewajiban Mengajar Daring

Banjir Melanda: Guru MAN IC Tala Tetap Jalankan Kewajiban Mengajar Daring

Banjar (MAN ICT) - Banjir besar yang menerjang wilayah Kalimantan Selatan pada sejak 12 Januari 2021 merendam sepuluh kabupaten dan kota. Selain karena curah hujan ekstrem, daya tampung Sungai Barito melebihi kapasitas. Kalimantan Selatan dinyatakan status darurat banjir oleh Gubernur Kalsel, H. Syahbirin Noor.

Banjir yang mengakibatkan rusaknya rumah warga, gedung pemerintahan dan fasilitas lainnya serta ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, Presiden Joko Widodopun turun langsung ke lokasi banjir di Kalsel.


Meski tengah dilanda banjir, guru MAN Insan Cendekia Tanah Laut tetap melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) daring di tengah musibah yang melanda hampir seluruh wilayah di Kalimantan Selatan.

Kamad MAN ICT, Hilal Najmi, S.Ag., M. Pd.I. mengungkapkan ada beberapa guru yang terkena banjir, tetapi mereka tetap melaksanakan proses pembelajaran.

"Komitmen dan tanggung jawab guru sangat tinggi, mereka yang terdampak banjir tetap semangat untuk melaksanakan KBM daring, walau kondisi banjir. Bahkan ada guru yang tetap mengajar walau di pengungsian," ungkapnya.

Seperti salah seorang guru MAN ICT, Sugianto, S. Pd, M. Kom. yang terdampak banjir tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sugianto sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman ketika banjir setinggi dada orang dewasa.

Sugianto tinggal di kelurahan Sei Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, kabupaten Banjar tersebut terendam banjir. Meski air menggenangi rumah, Sugianto tetap melaksanakan KBM dengan fasilitas seadanya secara daring.

Lewat sambungan telepon Sugianto mengungkapkan,
"Saat ini air sudah mulai surut, air di dalam rumah sekitar 40 centimeter. Meski kondisi seadanya, tetapi KBM daring Saya usahakan tetap dilaksanakan agar anak-anak tetap dapat diberikan layanan pembelajaran dan tidak perlu menunggu air di tempat Saya kering karena hal itu akan memakan waktu lama," tutur Sugianto.

Menurutnya, sebagian guru yang terdampak banjir juga melakukan hal yang sama untuk tetap melaksanakan pembelajaran.

"Guru yang terdampak banjir tidak hanya saya, tetapi juga ada beberapa guru yang terdampak banjir. Mereka juga tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran agar siswa tetap bisa menerima pelajaran. kita juga berharap musibah ini segera berakhir sehingga pembelajaran bisa dilaksanakan dengan baik," lanjutnya.

Sudah lebih sepekan air belum juga surut dari rumahnya. Dari foto yang dikirimkan ke Humas, nampak ruangan yang ditempati beliau penuh dengan genangan air.