Tim Kesiswaan MAN ICT Gelar Wawancara Terbuka Calon Ketua MPS dan OSICTA

Tim Kesiswaan MAN ICT Gelar Wawancara Terbuka Calon Ketua MPS dan OSICTA

Tanah Laut (MAN ICT) - Tim Kesiswaan MAN Insan Cendekia Tanah Laut (ICT) menggelar kegiatan wawancara terbuka bagi calon ketua Majelis Permusyawaratan Siswa (MPS) dan ketua Organisasi Siswa Insan Cendekia Tanah Laut (OSICTA) yang dihadiri seluruh siswa/i MAN ICT.

Melalui panitia pemilu calon Ketua MPS dan OSICTA masa bakti 2022/2023, wawancara terbuka dilaksanakan di halaman Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) MAN ICT Sabtu (17/09/22).

Rangkaian acara diawali penyampaian visi dan misi dari calon Ketua OSICTA dan MPS, dilanjutkan dengan sesi wawancara oleh Tim Kesiswaan yaitu Akhmad Rofi`ie, Muhammad Taufik Akbar, Noorma Yulia, Wakil ketua OSICTA 2021/2022, M. Akbar Maulana dan Ketua MPS 2021/2022, dan Maulidia Khairada Amelia selaku dewan juri.

Pembina OSICTA Muhammad Taufik Akbar saat ditanyai awak humas mengenai tahapan pelaksanaan pemilihan umum ketua MPS dan OSICTA mengatakan, ini sudah tahap babak ketiga, sebelumnya pendaftaran dibuka sejak tanggal 10-16 September 2022, ditanggal 16 September 2022 sekaligus pengumuman 6 besar. “Kali ini tahap wawancara terbuka untuk menentukan kandidat 3 besar," paparnya.

Dijelaskannya, sebanyak 6 calon ketua OSICTA dan 6 calon ketua MPS bersaing untuk masuk 3 besar yang penilaiannya berdasarkan juri.

Salah satu kandidat calon ketua OSICTA Ahmad Fikri Hussein berharap dirinya dapat melalui segala tahap seleksi sampai terpilih sebagai ketua OSICTA. "Tapi, saya kembalikan lagi kepada Allah SWT, apapun hasilnya, pastilah yang terbaik untuk kebaikan MAN ICT," ujarnya.

Proses wawancara ini merupakan tahapan untuk mengetahui program kerja para pasangan calon ketua MPS dan OSICTA, serta kesiapannya dalam menjadi seorang pemimpin.

Kepala MAN ICT Hilal Najmi berharap dengan kegiatan pemilihan umum tersebut, bisa membekali siswa berupa karakter dan kecakapan untuk menjadi warga negara yang baik.

"Selain itu siswa menjadi tahu bagaimana prosedur pemilihan umum yang benar dan dengan sebaik-baiknya, sportif dan bertanggung jawab serta tidak menimbulkan konflik setelah pelaksanaan pemilihan umum ini," harapnya.