• BERANDA
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Struktur Organisasi
    • Fasilitas
  • LAYANAN
    • Standar Pelayanan
    • PPID
      • Profil PPID
      • SK PPID
      • Regulasi PPID
      • Layanan Infromasi
      • Standar Layanan
    • Pengaduan
    • PTSP Online
    • Survey Kualitas Layanan
    • SNMB
      • Juknis SNMB 2026
  • PUBLIKASI
    • Publik
      • Prestasi
        • Prestasi 2018
        • Prestasi 2019
        • Prestasi 2019 sd 2020
    • Akuntabilitas
      • Laporan Akuntabilitas Kinerja
      • Perjanjian Kinerja
      • SK RENSTRA
      • RENSTRA
      • Laporan Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Surat Keputusan Kepala Madrasah
      • Indikator Kinerja Utama
      • Hasil Survey Kepuasan Masyarakat
  • ZONA INTEGRITAS
    • Evidence Zona Integritas
    • Agen Perubahan
      • MANUGAL
      • MARASA
  • PROGRAM MADRASAH
    • Akademik
    • Kesiswaan
    • Keasramaan
SK EKSTRAKULIKULER
SK PENANGGUNG JAWAB DAN PENDAMPING VESTRA

Berita Kesiswaan

‹ Back
UPACARA BENDERA SENIN: TEKUN BELAJAR MENJADI INTAN BERKILAU

 

Tanah Laut (MAN ICT) - Upacara bendera hari Senin di MAN ICT berlangsung khidmat di Kampus ICT pada Senin, 4 Mei 2026 bertepatan dengan 17 Dzulqa’dah 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Tata Usaha, Siti Muflihah, guru dan tenaga kependidikan (GTK), perwakilan tenaga teknis (TT), serta seluruh siswa MAN ICT. Bertindak sebagai pembina upacara, Guru Kimia MAN ICT, Fitriani.

Dalam amanatnya, Fitriani menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh siswa agar senantiasa tekun dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Ia mengibaratkan proses belajar seperti intan yang terbentuk dari proses panjang, tekanan tinggi, serta suhu ekstrem hingga menjadi benda yang berkilau dan bernilai tinggi.

 

Lebih lanjut, ia mengaitkan proses tersebut dengan konsep ilmiah, yakni hukum kekekalan massa, yang menyatakan bahwa massa sebelum reaksi sama dengan massa setelah reaksi. Hal ini dianalogikan dengan perjalanan siswa, khususnya dalam menyusun karya tulis ilmiah (KTI). Usaha, energi, waktu, dan materi yang diberikan sejak awal akan berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh di akhir. “Jika usaha yang diberikan besar, maka hasil yang diperoleh pun akan besar, sebagaimana hukum kekekalan massa,” ungkapnya.

 

Fitriani juga menekankan pentingnya beberapa pilar dalam penulisan ilmiah, di antaranya kejujuran dalam mengolah data, keberanian dalam mengungkapkan hasil penelitian, serta kemampuan berargumentasi secara ilmiah. Ia mencontohkan bahwa intan dan grafit sama-sama tersusun dari unsur karbon, namun memiliki sifat yang sangat berbeda. Intan terbentuk dari tekanan dan suhu tinggi di dalam bumi, kemudian dipotong dan diasah hingga menjadi material paling keras dan indah.

 

Analogi tersebut menggambarkan bahwa siswa yang ditempa melalui proses belajar yang serius, dibimbing oleh guru yang berkualitas, serta melalui tahapan yang tepat, akan menjadi pribadi yang kuat, bernilai, dan siap bersinar. “Seperti halnya intan yang hanya dapat dipotong oleh intan, maka KTI yang baik lahir dari bimbingan guru yang berkualitas, sehingga menghasilkan karya yang kuat dan bernilai tinggi,” tambahnya.

 

Melalui amanat tersebut, diharapkan seluruh siswa MAN ICT semakin termotivasi untuk tekun belajar, mengasah potensi diri, dan mampu menghasilkan karya terbaik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kontak

Jl. Ahmad Yani No. Km. 07 Rt.05, Ambungan, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 70815

LINK TERKAIT

Kementerian Agama RI

Kementerian Agama Kalimantan Selatan

Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut

SP4N LAPOR

LINK LAYANAN

E-Learning

RDM

 
 
 
 
