MAN IC TANAH LAUT

MAN Insan Cendekia sebagai salah satu madrasah unggulan dibawah pengelolaan Kementerian Agama, telah tumbuh menjadi sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas tidak saja secara regional, nasional bahkan internasional. Hal tersebut terbukti dengan berbagai prestasi yang telah diraih antara lain; dalam kegiatan olimpiade sains tingkat nasional (OSN) tahun 2007 memperoleh pedali perunggu bidang Ekonomi dan OSN tahun 2008 memperoleh satu medali emas bidang kebumian dan 2 medali perunggu yaitu bidang ekonomi dan komputer. Disamping itu semakin banyaknya alumni Insan Cendekia yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit seperti UI, ITB, UGM, UNIBRAW, Unair, ITS, UNHAS, dll. Juga di perguruan tinggi luar negeri seperti di Jepang dan Malaysia.

Dengan prestasi-prestasi yang telah diraih serta kualitas penyelenggaraan MAN Insan Cendekia selanjutnya Kementerian Agama meningkatkan kualitas MAN Insan Cendekia menjadi Madrasah Program Khusus Berstandar Internasional, dengan kebijakan memberikan beasiswa penuh kepada lulusan MTs Pondok Pesantren dan SMP umum untuk melanjutkan pendidikan di MAN Insan Cendekia.

Keberhasilan yang diraih oleh MAN Insan Cendekia selama ini membuktikan bagusnya mutu pengelolaan dan system yang dijalankan oleh lembaga beserta pelaksana di lapangan. Oleh karena itu untuk melestarikan mutu keunggulan tersebut, sistem pengelolaan MAN Insan Cendekia perlu distandarisasi agar dapat menjadi acuan pengembangan kedepan dan lebih mudah diterapkan pada lembaga lainnya.

Plt. Kepala Madrasah

Sugianto, S.Pd., M.kom

 

                       YOUTUBE CHANNEL                       

 

 

SISTEM INTEGRASI APLIKASI

BERITA TERBARU

PRESTASI MEMBANGGAKAN! DELAPAN SISWA MAN IC TANAH LAUT LOLOS SPAN-PTKIN 2026

 

Tanah Laut (MAN ICT) — Kabar membanggakan kembali datang dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tanah Laut (MAN ICT). Sebanyak delapan siswa berhasil lolos seleksi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026.

 

Sebanyak delapan siswa MAN ICT yang dinyatakan lulus melalui jalur SPAN-PTKIN 2026 yakni M. Ridho Ibnu Batuta diterima pada program studi Keperawatan di UIN Alauddin Makassar, Siti Safira Nur Ghayda pada program studi Tasawuf dan Psikoterapi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rasamila Rizqia R. pada program studi Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang, M. Mahya Rafi Ardhana pada program studi Hukum Tata Negara di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rahmat Buyasin pada program studi Perbandingan Mazhab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Fadillah pada program studi Hukum Keluarga Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, M. Keis Fathu Niam pada program studi Hukum Keluarga Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Putri Ramadhani pada program studi Psikologi Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta.

 

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para siswa, dukungan guru, serta sistem pembinaan akademik yang terstruktur di MAN IC Tanah Laut. Selain itu, komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif dan religius turut menjadi faktor pendukung utama.

 

Kepala MAN Insan Cendekia Tanah Laut, Siti Salma, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian para siswa.

 

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan ikhtiar bersama. Kami sangat bangga atas prestasi siswa-siswi MAN IC Tanah Laut yang berhasil lolos melalui jalur SPAN-PTKIN. Semoga mereka dapat terus berprestasi di perguruan tinggi dan menjadi generasi unggul yang berkontribusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

 

Beliau juga berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan semangat belajar dan meraih prestasi terbaik.

 

“Prestasi ini bukan hanya milik individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh civitas madrasah untuk terus berusaha dan tidak berhenti bermimpi besar,” tambahnya.

 

Dengan capaian ini, MAN Insan Cendekia Tanah Laut kembali menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi cendekia, berakhlak mulia, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.