KABAR MADRASAH
Tanah Laut (MAN ICT) — Sebanyak 8 Tim Kreasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) MAN Insan Cendekia Tanah Laut turut berkompetisi dalam KREASI 2026 (Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia) dengan mengangkat beragam penelitian yang berangkat dari potensi dan persoalan di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Anissa Mukaramatul Ajizah dan Nur Sa’adiah melalui kajian tentang tradisi Batimung masyarakat Banjar.
Dalam ajang KREASI 2026 pada subbidang Bahasa, Budaya, dan Agama (BA), keduanya menghadirkan penelitian berjudul “Tradisi Sakral ke Self-Care: Batimung sebagai Fungsionalisme Perawatan Diri di Era Modern.”
Penelitian ini berangkat dari ketertarikan terhadap Batimung, salah satu tradisi masyarakat Banjar yang dikenal sebagai praktik perawatan tubuh dengan memanfaatkan uap dari berbagai bahan alami. Di balik praktik tersebut, terdapat nilai budaya serta fungsi sosial yang menarik untuk dikaji dalam konteks kehidupan masyarakat modern.
Melalui penelitian ini, Anissa dan Nur Sa’adiah mencoba melihat bagaimana Batimung sebagai warisan budaya tidak hanya dipahami sebagai praktik tradisional, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk self-care atau perawatan diri yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini.
“Kami memilih Batimung karena tradisi ini bukan hanya tentang perawatan tubuh, tetapi juga memiliki nilai budaya yang diwariskan oleh masyarakat Banjar. Kami ingin melihat bagaimana tradisi tersebut dapat terus dimaknai dan tetap memiliki fungsi di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern,” ujar Anissa Mukaramatul Ajizah.
Kajian tersebut menggunakan perspektif fungsionalisme untuk melihat fungsi Batimung dalam kehidupan masyarakat. Tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi tersebut dikaji dari sisi bagaimana praktiknya dapat memenuhi kebutuhan tertentu, sekaligus mempertahankan nilai dan identitas budaya masyarakat Banjar.
“Bagi kami, penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai sesuatu yang hanya dilakukan pada masa lalu. Batimung dapat terus hidup ketika masyarakat mampu memahami nilai dan fungsinya dalam konteks kehidupan sekarang,” ungkap Nur Sa’adiah.
Penelitian ini sekaligus menjadi upaya kedua siswa untuk memperkenalkan kembali Batimung sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Kalimantan Selatan. Dengan pendekatan ilmiah, mereka berusaha melihat hubungan antara warisan budaya, perawatan diri, dan perubahan kehidupan masyarakat di era modern.
Karya Anissa Mukaramatul Ajizah dan Nur Sa’adiah menjadi salah satu dari 8 karya penelitian MAN IC Tanah Laut dalam KREASI 2026. Keikutsertaan ini menjadi ruang bagi para murid untuk mengembangkan kemampuan riset sekaligus mengangkat kekayaan budaya lokal menjadi kajian yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Prestasi Siswa
GALLERY MAN INSAN CENDEKIA TANAH LAUT

Kontak
Jl. Ahmad Yani No. Km. 07 Rt.05, Ambungan, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 70815
